Informasi, Komunikasi dan Silaturahmi

CONTOH PEMBELAJARAN BERKARAKTER

DARI BUMI MENEMBUS JAGAD RAYA

Oleh

Edi Gumuntur, M.Pd.

Sinopsis: adalah cerita keingintahuan seorang siswa mengenai fenomena bumi dan jagad raya di dalam kelas. Timbulnya keingintahuan siswa mengenai jagard raya mencoba bertanya apa yang ada dalam benaknya kepada guru mata pelajaran. Dengan menerapkan pendidikan karakter guru menjelaskan dengan mengedepankan ilmu pengetahuan umum dilengkapi dengan pengetahuan agama. Pembelajaran semakin menarik saat guru menjelaskan disertai animasi dan video pembelajaran mengenai alam semesta dan jagad raya. Sehingga seolah-olah siswa melihat langsung fenomena alam semesta dan jagad raya.

Pemain: Fakhri (Siswa), Bapak Edi (Guru Geografi), Andi (Siswa), Rifki (Siswa)

Suasana pagi hari di ruang kelas. Seorang guru menjelaskan materi kepada muridnya. Guru tersebut menayangkan video mengenai alam semesta dan jagad raya.

Pak Edi: Sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai satelit.
Andi: Wah luas sekali alam semesta ini. Apa beda planet dengan bintang pak?
Pak Edi: Kalau bintang memiliki cahaya sendiri, sedangkan planet tidak. Sekalipun pada malam hari planet terlihat memiliki cahaya sebenarnya berasal dari cahaya matahari.

Selanjutnya Pak Edi menayangkan animasi rasi bintang.

Andi: Oo, Berarti matahari termasuk bintang ya pak?
Pak Edi: Betul sekali.
Fakhri: Sekian banyaknya planet, bintang, dan satelit, apa tidak bertabrakan pak?
Pak Edi: Anak-anakku , firman Allah swt

Artinya:
“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (Al Qur’an, 51:7) dan

Artinya:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” Alquran, 51 : 47.

Lanjut Pak Edi bahwa langit itu sangat luas bahkan ilmuwanpun belum dapat mengetahui ukuran alam semesta dan apa saja isi di dalamnya. Dari sekian banyak bintang , planet dan satelit tidak akan saling bertabrakan karena ada garis edarnya. Dalam Alquran

Artinya:
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)

Selanjutnya Pak Edi menayangkan animasi peredaran Planet berevolusi mengelilingi matahari.

Pak Edi: Rotasi Bumi mengakibatkan terjadinya pergantian siang dan malam, Perbedaan waktu, perbedaan percepatan gravitasi bumi, pembelokan arah angin, pembelokan arus laut, dan peredaran semu harian benda-benda langit.

Sedangkan pengaruh yang disebabkan revolusi bumi yaitu pergantian musim, perbedaan lamanya siang dan malam, gerak semu matahari, dan terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan.

Pak Edi melanjutkan penjelasannya.
Pak Edi: Namun ada masanya ketika matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis lurus yang dikenal dengan peristiwa gerhana matahari.

Sambil menayangkan animasi fase bulan dan  animasi gerhana matahari serta gerhana bulan berikut dengan penjelasannya.

Fakhri kembali bertanya.

Fakhri: Bagaimana awal terbentuknya alam Semesta, Pak?
Pak Edi kemudian menayangkan animasi teori Big Bang.

Pak Edi: Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada. Teori ini menjelaskan bahwa Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan dan proses pengembangan satu titik tunggal. Firman Allah swt dalam Alquran,

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُون.30
Artinya:
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an, 21:30).

Selanjutnya menayangkan animasi pembentukan bumi yaitu teori kabut Kant Laplace dan Teori Protoplanet.

Rifki: Pak, selain bintang, planet-planet, satelit, masih ada benda angkasa lainnya?
Pak Edi kemudian menampilkan animasi komet dan video jatuhnya meteor di Peru.

Pak Edi: Anak-anak ini namanya komet. Komet adalah anggota tata surya yang terdiri dari kepala dan ekor. Ketika mendekati matahari komet akan semakin besar dan ekornya semakin panjang. Hal ini dikarenakan ada angin matahari (solar wind) dan tekanan radiasi matahari (solar radiation).

Fakhri : Wah, bahaya kalau meteor sering jatuh ke bumi ya pak? Bisa menimbulkan korban jiwa dan menghancurkan rumah-rumah.

Pak Edi: Firman Allah swt,
وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ ءَايَاتِهَا مُعْرِضُونَ.32
Artinya:
“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya.” (Al Qur’an, 21:32)

Pak Edi melanjutkan penjelasannya.
Anakku Allah swt melindungi bumi kita dengan atmosfir. Sebagian besar meteor yang jatuh ke bumi dihancurkan oleh atmosfir. Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan dengan mencegah jatuh ke bumi sehingga membahayakan makhluk hidup. Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi. Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.

Tanpa terasa bel sekolah menandakan istirahat berbunyi.
Pak Edi pun mengakhiri penjelasannya dan berpesan kepada anak-anak.

Pak Edi: Dari penjelasan bapak tadi mari kita syukuri nikmat yang telah Allah swt berikan. Dengan cara mempelajari ilmu yang bermanfaat bagi diri pribadi dan masyarakat luas. Sehingga kelak dapat membekali kalian meraih cita-cita yang tinggi. Karena kalian sebagai pemuda saat ini adalah calon pemimpin dimasa akan datang.

Ide materi: Artikel Harun Yahya

2 responses

  1. wah saya jadi ingin baca terus Pak..nambah pgetahuan bget

    Desember 12, 2012 pukul 3:50 pm

  2. gumuntur

    Terimakasih kunjungannya..

    Desember 15, 2012 pukul 9:38 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s